Evaluasi Program Ekstrakurikuler Jurnalistik dan Drama (SIKMA) dalam Mengembangkan Karakter dan Kreativitas Siswa SMK
DOI:
https://doi.org/10.24036/nara.v5i2.444Keywords:
Evaluasi program, Ekstrakurikuler, Karakter, Kreativitas, TeaterAbstract
Pendidikan karakter dan pengembangan kreativitas di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan hal krusial mengingat lulusan SMK dituntut memiliki kompetensi teknis sekaligus soft skills yang kuat. Namun, pembelajaran formal di SMK cenderung berfokus pada hard skills, sehingga wadah pengembangan soft skills melalui kegiatan ekstrakurikuler menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program ekstrakurikuler Jurnalistik dan Drama (SIKMA) dalam mengembangkan karakter dan kreativitas siswa SMK Negeri 1 Parittiga. Evaluasi menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) dengan pendekatan mixed methods yang mengintegrasikan data kuantitatif melalui kuesioner skala Likert 1-4 dengan 40 item kepada 21 siswa aktif, dan data kualitatif melalui observasi partisipan sebanyak 6 kali serta wawancara mendalam semi-terstruktur dengan 5 informan kunci (wakil kesiswaan, pembina, ketua SIKMA, dan dua guru mata pelajaran). Hasil penelitian menunjukkan program SIKMA sangat efektif dengan skor keseluruhan 3,34 dari skala 4,0 (83,5%) dan reliabilitas instrumen Cronbach's Alpha 0,696. Evaluasi konteks menunjukkan relevansi tinggi (M=3,31), evaluasi input memadai (M=3,41), evaluasi proses efektif (M=3,38), dan evaluasi produk signifikan (M=3,28). Temuan kualitatif mengungkapkan transformasi kepercayaan diri sebagai dampak terkuat, kultur kolaboratif yang solid (M=3,76), dan dampak tidak terduga berupa transfer learning ke pembelajaran akademik. Tantangan utama meliputi ketergantungan pada pembina, keterbatasan fasilitas fisik, dan partisipasi terbatas. Program SIKMA terbukti efektif sebagai model ekstrakurikuler seni yang layak dipertahankan dan dikembangkan dengan rekomendasi peningkatan dokumentasi sistematis, diversifikasi sumber pendanaan, dan integrasi dengan kurikulum formal.
References
Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. W. H. Freeman and Company.
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77-101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Catterall, J. S., Chapleau, R., & Iwanaga, J. (1999). Involvement in the arts and human development: General involvement and intensive involvement in music and theater arts. Champions of Change: The Impact of the Arts on Learning. Arts Education Partnership.
Creswell, J. W., & Clark, V. L. P. (2017). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). Sage Publications.
Dewi, L. M., & Susanto, A. (2023). Evaluasi program ekstrakurikuler berbasis seni budaya lokal dalam mengembangkan karakter siswa SMK. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 14(2), 45-62. https://doi.org/10.21009/JEP.142.04
Guilford, J. P. (1967). The nature of human intelligence. McGraw-Hill.
Kemendikbudristek. (2017). Konsep dan pedoman penguatan pendidikan karakter. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.
Mahendra, S., & Kusuma, A. (2020). Evaluasi program ekstrakurikuler teater dalam mengembangkan karakter siswa di SMA Negeri Jakarta. Jurnal Pendidikan Karakter, 11(1), 23-38. https://doi.org/10.21831/jpk.v11i1.30588
Mahoney, J. L., Cairns, B. D., & Farmer, T. W. (2003). Promoting interpersonal competence and educational success through extracurricular activity participation. Journal of Educational Psychology, 95(2), 409-418. https://doi.org/10.1037/0022-0663.95.2.409
Rahman, F., Hartono, S., & Utami, R. (2022). Implementasi program ekstrakurikuler seni dalam mendukung profil pelajar Pancasila di SMK Negeri Sumatera. Jurnal Pendidikan Vokasi, 12(3), 234-249. https://doi.org/10.21831/jpv.v12i3.48901
Sari, D. P., & Wibowo, H. (2021). Efektivitas program drama therapy dalam meningkatkan kreativitas dan self-efficacy siswa SMK. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 10(2), 89-104. https://doi.org/10.24036/0202110218456-0-00
Stufflebeam, D. L. (1971). Educational evaluation and decision making. Peacock Publishers.
Winarni, S. (2018). Efektivitas program ekstrakurikuler seni dalam meningkatkan motivasi belajar siswa SMA Negeri Jakarta. Jurnal Pendidikan Seni, 7(2), 112-127. https://doi.org/10.21831/jps.v7i2.19234
Winner, E., & Hetland, L. (2007). Art for our sake: School arts classes matter more than ever—but not for the reasons you think. Arts Education Policy Review, 109(5), 29-31. https://doi.org/10.3200/AEPR.109.5.29-32
World Economic Forum. (2020). The future of jobs report 2020. World Economic Forum. http://www3.weforum.org/docs/WEF_Future_of_Jobs_2020.pdf
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






.png)








