Motif Pembatasan Penggunaan Ponsel di Sekolah

Authors

  • Fikry Awaludin Universitas Negeri Padang
  • Erda Fitriani Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.24036/nara.v5i2.514

Keywords:

Motif, Ponsel, Sekolah, Siswa

Abstract

Kebijakan pembatasan penggunaan ponsel di sekolah menjadi respons terhadap tingginya penetrasi internet di Indonesia 80,66% pada tahun 2025 dan dampak negatifnya terhadap konsentrasi, kesehatan, serta kreativitas siswa, namun sebagian besar penelitian sebelumnya lebih menyoroti implementasi kebijakan daripada motif penerapannya. Artikel ini bertujuan untuk mengisi gap tersebut dengan menganalisis motif sekolah menerapkan pembatasan ponsel berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat di SMAN 10 Padang melalui perspektif fenomenologi Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih melalui purposive sampling yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan studi dokumenta, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dua kategori motif utama: motif sebab (because motive) akibat regulasi pemerintah daerah sebagai respons terhadap distraksi belajar dan ketergantungan, karena kurangnya fokus siswa, kesehatan siswa yang terganggu, kurangnya kreativitas siswa, menurunnya interaksi sosial, paparan negatif dari ponsel dan rendahnya disiplin siswa, serta motif tujuan (in-order-to motive) untuk membentuk kebiasaan penggunaan ponsel yang lebih bijak, meningkatkan nilai dan prestasi siswa, serta meningkatkan minat belajar siswa. Meski implementasi mencapai 90% efektivitas dengan loker penyimpanan dan SOP, tantangan pengawasan masih ada. Penelitian ini menegaskan bahwa pembatasan ponsel perlu dukungan kolaboratif sekolah dan orang tua agar menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

References

Ahmad, D. K. (2024). Pembatasan Penggunaan Gadget dalam Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Kelas V Madrasah Nurul Qur’an Pagutan. Universitas Muhammadiyah Mataram.

Al-Saysar, R., & Anirah, A. (2025). Dampak Pembatasan Penggunaan Smartphone Terhadap Siswa dalam Bidang Pendidikan di SMP IT Al Fahmi Palu. Prosiding Kajian Islam dan Integrasi Ilmu di Era Society (KIIIES) 5.0, 4(1), 383–389.

APJII. (2025). Survei Internet APJII 2025. APJII.or.id. https://survei.apjii.or.id/

Arif, M. N., Parawansyah, M. I., Huda, F. H., & Zulfahmi, M. N. (2025). Strategi menumbuhkan minat belajar siswa melalui pendekatan deep learning. Jurnal Muassis Pendidikan Dasar, 4(1), 8–16.

Astika, L., Akmalia, R., Azzahra, A. P., Siregar, N. S., & Maulana, M. R. (2024). Efektivitas Kebijakan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di Madrasah Aliyah Nurul Fadhilah. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 1594–1603.

Azizah, D. N. (2021). Kebijakan Sekolah Terhadap Penggunaan Gadget Dalam Pembelajaran IPS Terpadu (Studi Kasus Siswa Kelas VII C SMP Ma’arif 1 Ponorogo). IAIN Ponorogo.

Dewi, W. N. A. (2024). Self-Control Pada Siswa Dengan Kecanduan Internet: A Literature Review. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 10(3), 274–295.

Elviani, Y., & Kusumawaty, I. (2021). Menurunkan Kecanduan Game Dengan Penerapan Peraturan Penggunaan Ponsel Selama Pembelajaran Online. Jurnal Kesehatan Saelmakers Perdana (JKSP), 4(2), 212–220.

Eraspace.com. (2026). Berlaku 2026! Ini Aturan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun. https://eraspace.com/artikel/post/ini-aturan-medsos-untuk-anak-di-bawah-16-tahun-01

Hakim, A. N., & Yulia, L. (2024). Dampak teknologi digital terhadap pendidikan saat ini. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 3(1), 145–163.

Hartati, Y. L. (2023). Analisis dampak pendidikan karakter terhadap perkembangan sosial dan emosional siswa. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(7), 1502–1512.

Haryoko, S., Bahartiar, & Arwadi, F. (2020). Analisis data penelitian kualitatif (Konsep, teknik, & prosedur analisis). Makassar: Badan Penerbit UNM.

Inessary, V., Karsadi, K., & Sunarjo, I. S. (2023). Kontrol diri dan kecenderungan adiksi smartphone. Jurnal Sublimapsi, 4(1), 49–60.

Islamiah, N. (2025). Motivasi Belajar Siswa Menurun Akibat Brain Rot, Psikolog IPB University Beberkan Solusinya. ipb.ac.id. https://www.ipb.ac.id/news/index/2025/03/motivasi-belajar-siswa-menurun-akibat-brain-rot-psikolog-ipb-university-beberkan-solusinya/

Iswidharmanjaya, D. (2014). Bila Si Kecil Bermain Gadget: Panduan bagi orang tua untuk memahami factor-faktor penyebab anak kecanduan gadget. Bisakimia.

Kamaruddin, I., Leuwol, F. S., Putra, R. P., Aina, M., Suwarma, D. M., & Zulfikhar, R. (2023). Dampak Penggunaan Gadget pada Kesehatan Mental dan Motivasi Belajar Siswa di Sekolah. Journal on Education, 6(1), 307–316.

Komdigi. (2025). Komitmen Pemerintah Melindungi Anak di Ruang Digital. https://www.komdigi.go.id/berita/artikel/detail/komitmen-pemerintah-melindungi-anak-di-ruang-digital

Komdigi. (2026). Pemerintah Jelaskan Alasan Penundaan Akses Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun. https://www.komdigi.go.id/berita/siaran-pers/detail/pemerintah-jelaskan-alasan-penundaan-akses-media-sosial-bagi-anak-di-bawah-16-tahun

Kurniawan, A. R., Chan, F., Sargandi, M., Yolanda, S., Karomah, R., Setianingtyas, W., & Irani, S. (2019). Kebijakan sekolah dalam penggunaan gadget di sekolah dasar. Jurnal Tunas Pendidikan, 2(1), 72–81.

Lestari, S. P., Dewi, R. S., & Junita, A. R. (2024). Menumbuhkan kreativitas tanpa batas: strategi inovatif sekolah dalam mengembangkan karakter kreatif siswa. Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan), 5(3), 358–364.

Maulina, C. D. (2025). Brain Rot: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya! halodoc.com. https://www.halodoc.com/artikel/brain-rot

Miyazaki, A. F. N., Buabara, H., Rahmi, A. N., Rusmayadi, R., & Herman, H. (2024). Tantangan dan solusi dalam menghadapi era digital: Pendidikan anak di zaman teknologi. JUPEIS: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 3(3), 127–135.

Muhammadun, M., & Dalle, A. (2025). Dampak Penggunaan Smartphone Terhadap Minat Belajar Peserta Didik. DIALEKTIKA : Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol.3 No.2.

Mukarromah, L., Sajidin, M., & Andrianto, A. (2025). Hubungan Intensitas Penggunaan Gadget Dengan Prestasi Belajar Pada Siswa SMP Negeri 3 Kutorejo. Perpustakaan Universitas Bina Sehat PPNI.

Mulyadi, S., Basuki, A. M. H., & Prabowo, H. (2018). Metode Penelitian Kualitatif dan Mixed Method: Perspektif yang Terbaru untuk Ilmu-Ilmu Sosial, Kemanusiaan dan Budaya. Depok: Rajawali.

Noviani, N. (2022). Pengaruh Peraturan Pembatasan Penggunaan Handphone terhadap Minat Belajar Peserta Didik di SD Negeri 50 Kota Bengkulu. UIN Fatmawati Sukarno.

Purba, D. I. (2025). Lexpress: Peraturan Kebijakan Sebagai “Law Of The Game”: Menakar Kekuatan Mengikat Surat Edaran Dalam Sistem Hukum Indonesia. https://lk2fhui.law.ui.ac.id/

Purwanto, E., Jabbaar, G. A., Rifai, M., & Al Masyriqi, Z. (2025). Pengaruh Kebijakan Larangan Penggunaan HP Terhadap Fokus Belajar Santriwati Pondok Pesantren Miftahul Huda KMA Al Ulya Kalijambe Sragen. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah, 10(3), 976–984.

Putra, R. S., & Martiani, E. (2025). Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Ketergantungan Smartphone pada Remaja di SMP Negeri 27 Palembang: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 3376–3386.

Ritzer, G., & Stenisky, J. (2019). Teori sosiologi klasik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rumain, H. (2021). Dampak Media Internet Terhadap Minat Belajar Pada Siswa Taman Baca Di Keta Desa Kabupaten Seram Bagian Timur Provinsi Maluku. IAIN Ambon.

Sabatyasno, A. Y., & Rigianti, H. A. (2023). Upaya menjaga kondisi sekolah yang sehat untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas III: Tinjauan terhadap kesiapan sekolah dalam menciptakan budaya sekolah sehat. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(04), 1220–1232.

Saharo, N. N. (2025). Smartphone Policy di Sekolah: Dampaknya Terhadap Disiplin Belajar Siswa di Era Society 5.0. Annual Islamic Conference for Learning and Management, 2, 649–655.

Septantiningtyas, N., & Subaida, S. (2023). Gaya Kognitif Field Independent Sebagai Ikhtiyar Kontrol Fokus Siswa dalam Pembelajaran. Attadrib: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 6(1), 48–56.

Sudaryono, D. (2021). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan Mix Method Edisi Kedua. In Depok: Rajawali Pers.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Bandung: Alfabeta.

Tohirin. (2012). Metode Penelitian Kualitatif dalam Pendidikan dan Bimbingan Konseling. Depok: Rajawali.

Tsabitah, N., & Hanif, M. (2025). Upaya mengatasi permasalahan rendahnya minat belajar siswa di era digital. Jurnal Inovasi Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 3(1).

Wahyuni, S. (2023). Riset Kualitatif: Strategi dan Contoh Praktis. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Zahir, A., Ramadani, A., Mardiana, M., Padang, M. S. K., Astuti, R., & Jahlia, J. (2025). Sosialisasi Pengguna Teknologi Digital (Handphone) di Lingkungna Sekolah. Abdimas Langkanae, 5(2), 876–889.

Zuchrufa, S., Harun, U., & Ubadah, U. (2024). Dampak Pembatasan Penggunaan Smartphone Terhadap Santri dalam bidang Pendidikan di pondok Pesantren Nurul Iman Alkhairaat Morowali. Prosiding Kajian Islam dan Integrasi Ilmu di Era Society (KIIIES) 5.0, 3(1), 283–287.

Downloads

Published

2026-06-15

How to Cite

Awaludin, F., & Fitriani, E. (2026). Motif Pembatasan Penggunaan Ponsel di Sekolah. Naradidik: Journal of Education and Pedagogy, 5(2), 388–401. https://doi.org/10.24036/nara.v5i2.514

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.