Upaya Wali Kelas dalam Menangani Dampak Bullying di SMA Negeri 1 Ranah Pesisir
DOI:
https://doi.org/10.24036/nara.v5i2.466Keywords:
Bullying, Lingkungan sekolah, Penanganan dampak, Siswa, Wali kelasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya wali kelas dalam menangani dampak bullying di SMA Negeri 1 Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan. Bullying masih menjadi salah satu masalah sosial yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, serta akademik siswa. Korban bullying sering mengalami rasa takut, kurang percaya diri, menurunnya motivasi belajar, serta kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya. Dalam konteks ini, wali kelas memiliki peran yang sangat penting karena berinteraksi secara langsung dengan siswa dalam proses pembelajaran serta lebih mengetahui kondisi dan dinamika yang terjadi di dalam kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai upaya yang dilakukan wali kelas dalam menangani dampak bullying di lingkungan sekolah. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sebagai instrumen utama yang didukung oleh pedoman wawancara, lembar observasi, serta catatan dokumentasi yang berkaitan dengan kegiatan penanganan bullying di sekolah. Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari 6 guru, yaitu wali kelas dan guru Bimbingan Konseling (BK), serta 5 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive dengan kriteria guru yang terlibat langsung dalam penanganan kasus bullying dan siswa yang mengetahui atau pernah mengalami kejadian bullying di sekolah. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dan didukung dengan triangulasi sumber serta triangulasi metode untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wali kelas memiliki peran penting dalam menangani dampak bullying melalui pendekatan personal kepada korban, memberikan pembinaan kepada pelaku, melakukan kerja sama dengan guru BK dan orang tua siswa, serta menciptakan lingkungan kelas yang positif, aman, dan kondusif. Melalui berbagai upaya tersebut, penanganan dampak bullying dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga membantu siswa mengatasi dampak psikologis dan sosial yang dialami serta mencegah terjadinya perilaku bullying di lingkungan sekolah.
References
Anwar, A. (2023). Membangun lingkungan kelas inklusif sebagai strategi pencegahan Bullying. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 10(1), 23–34.
Astuti, R. (2008). Psikologi pendidikan: Dampak perilaku bullying di sekolah. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Cahyani, P. W., & Al Habsy, B. (2024). Pembinaan pelaku bullying di SMA: Perspektif psikososial. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 13(1), 45–60.
Febriani, S. (2023). Pendekatan personal wali kelas: Perspektif tindakan sosial. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 11(1), 33–48.
Fitriani, L., & Utami, S. (2021). Dampak bullying terhadap prestasi akademik dan psikologis siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(3), 55–70.
Habibi, A. R. (2024). Lingkungan kelas positif sebagai strategi pencegahan bullying. Jurnal Pendidikan Inklusif, 7(1), 55–70.
Hidayah, N., & Lestari, D. (2022). Lingkungan kelas positif dan inklusif sebagai strategi pencegahan bullying. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 9(2), 78–92.
Hidayat, R., & Lestari, P. (2021). Pendekatan wali kelas dalam menangani bullying di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Karakter, 7(1), 34–50.
Hidayati, N., & Nurmalasari, R. (2022). Fenomena bullying di sekolah menengah atas: Studi kasus SMA. Jurnal Ilmu Sosial, 6(1), 12–25.
Islami, M. S. (2024). Kolaborasi wali kelas, guru BK, dan orang tua dalam menangani bullying. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 12(2), 102–118.
Kurniawan, B. (2020). Pendidikan karakter dan pencegahan perilaku menyimpang di sekolah. Unesa Press.
Lestari, P. (2020). Pendidikan empati untuk mencegah bullying di sekolah. Jurnal Psikologi Pendidikan, 5(2), 45–60.
Manik, Y. M. (2023). Lingkungan kelas inklusif dan pencegahan bullying. Jurnal Pendidikan Inklusif, 6(1), 55–70.
Mulyasa, E. (2013). Kurikulum dan pembelajaran: Strategi pengembangan sekolah. Jakarta: Remaja Rosdakarya.
Nuraeni, A. (2021). Bullying verbal dan dampaknya terhadap motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan Sekolah Menengah, 4(1), 19–32.
Nurhayati, S. (2020). Perilaku agresif pada pelaku bullying dan pengaruh lingkungan keluarga. Jurnal Psikologi Pendidikan, 6(2), 67–80.
Putra, R., & Handayani, T. (2022). Peran wali kelas dan guru BK dalam pemulihan korban bullying. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 10(1), 55–70.
Putri, F., & Nugroho, B. (2021). Sinergi sekolah dan orang tua dalam mencegah bullying. Jurnal Pendidikan Karakter, 8(2), 77–91.
Putri, Y., & Andriani, D. (2020). Pembinaan pelaku bullying melalui konseling dan penguatan karakter. Jurnal Psikologi Pendidikan, 7(1), 35–50.
Rachmawati, S. (2021). Perilaku agresif dan bullying di sekolah menengah. Jurnal Psikologi Pendidikan, 7(2), 44–58.
Rahmawati, D., & Dewi, L. (2023). Strategi wali kelas dalam menangani bullying di SMA. Jurnal Ilmu Pendidikan, 9(3), 101–115.
Rigby, K. (2002). New perspectives on bullying. Jessica Kingsley Publishers.
Santoso, A., & Widodo, P. (2021). Faktor penyebab bullying di sekolah menengah. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 7(1), 45–60.
Sari, L., & Kurniasih, R. (2022). Pendekatan personal wali kelas terhadap korban bullying. Jurnal Pendidikan Karakter, 10(2), 55–70.
Sari, L., Nugroho, R., & Hartati, S. (2024). Peran wali kelas sebagai agen perubahan sosial dalam pencegahan bullying. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Siswa, 14(1), 33–50.
Sari, M. (2020). Dampak bullying terhadap korban dan pelaku di sekolah menengah. Jurnal Psikologi Sosial, 5(1), 23–40.
Utami, S., & Rahman, A. (2023). Pembinaan pelaku bullying: Strategi dan efektivitas. Jurnal Psikologi Pendidikan, 12(2), 77–91.
Widdi, Z., & Hanani, S. (2024). Kolaborasi wali kelas, guru BK, dan orang tua dalam pencegahan bullying. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(2), 88–105.
Wulandari, D., & Hartati, S. (2021). Pendampingan korban bullying melalui konseling kelompok. Jurnal Konseling, 8(1), 22–37.
Wulandari, D., & Saputra, R. (2022). Dampak bullying terhadap pelaku dan korban: Studi empiris. Jurnal Psikologi Pendidikan, 9(2), 45–60.
Yudistira, M., & Sirozi, M. (2023). Pembinaan pelaku bullying melalui pendekatan edukatif. Jurnal Pendidikan Sosial, 11(1), 88–103.
Yusuf, A. (2014). Metodologi penelitian kualitatif: Pendekatan studi kasus. Bandung: Alfabeta.
Zul Widdi, & Hanani, S. (2024). Kolaborasi wali kelas, guru BK, dan orang tua dalam pencegahan bullying. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(2), 88-105.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Author

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






.png)








