Interaksi Sosial Peserta Didik Atlet Pada Program Kokurikuler

Authors

  • Selva Arsiti Universitas Negeri Padang
  • Junaidi Junaidi Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.24036/nara.v5i3.511

Keywords:

Kontrol sosial, Ketidakberdayaan institusi, Penegakan disiplin, Sekolah swasta

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya interaksi sosial assosiatif seperti (1) kerja sama, (2) akomodasi, (3) asimilasi & (akulturasi) dalam kehidupan peserta didik, khususnya peserta didik atlet yang menjalani peran ganda sebagai siswa sekaligus atlet. Dalam konteks sekolah keberbakatan olahraga, program kokurikuler menjadi salah satu wadah penting yang memungkinkan peserta didik atlet untuk berinteraksi, beradaptasi, serta membangun hubungan sosial yang harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi sosial peserta didik atlet pada program kokurikuler di SMA Negeri 4 Sumatera Barat (Keberbakatan Olahraga). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, dengan informan yang terdiri atas peserta didik atlet, guru pembina kokurikuler, dan pihak sekolah yang relevan dengan fokus penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial peserta didik atlet pada program kokurikuler di SMA Negeri 4 Sumatera Barat (Keberbakatan Olahraga) didominasi oleh bentuk interaksi sosial asosiatif. (1) kerja sama, yang terlihat melalui aktivitas saling membantu, berbagi informasi, dan bekerja bersama dalam menyelesaikan tugas maupun kegiatan; (2) akomodasi, yang tampak dalam kemampuan peserta didik menyelesaikan perbedaan pendapat dan konflik melalui komunikasi, toleransi, dan musyawarah; (3) asimilasi, yang ditunjukkan melalui proses penyesuaian diri terhadap norma, nilai, dan budaya sekolah hingga terbentuk identitas kolektif sebagai peserta didik atlet; dan (4) akulturasi, yang tercermin dalam penerimaan terhadap keberagaman budaya, kebiasaan, dan karakter antar peserta didik tanpa menghilangkan identitas masing-masing. Bedasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa program kokurikuler berperan penting dalam membentuk interaksi sosial yang harmonis, memperkuat solidaritas, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta meningkatkan kemampuan sosial peserta didik atlet. Program kokurikuler tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap kegiatan akademik, tetapi juga sebagai sarana pengembangan karakter dan integrasi sosial di lingkungan sekolah.

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode penelitian kualitatif. Syakir Media Press.

Alba, R., & Nee, V. (2009). Remaking the American mainstream: Assimilation and contemporary immigration. Harvard University Press.

Aziz, A. (2020). Efektivitas program kokurikuler dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 10(2), 145–156.

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nasional (BSKAP). (2025). Pedoman pelaksanaan kegiatan kokurikuler pada satuan pendidikan. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nasional (BSKAP)

Giulianotti, R. (2015). Sport: A critical sociology. Polity Press.

Hermanzoni. (2023). Dinamika sosial dan pola interaksi atlet di sekolah keberbakatan olahraga. Jurnal Ilmu Keolahragaan, 22(1), 45–58.

Hidayat, R., & Lestari, S. (2020). Peran kegiatan ekstrakurikuler dalam membentuk karakter sosial dan sikap saling menghormati antar siswa. Jurnal Karakter Bangsa, 5(2), 88–99.

Kahfi, A. (2021). Pendidikan sebagai proses sosial: Mengembangkan kompetensi interaksi di masyarakat. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 14(3), 210–223.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif (Ed. rev). PT Remaja Rosdakarya.

Narwoko, J. D., & Suyanto, B. (2014). Sosiologi: Teks pengantar dan terapan. Prenadamedia Group.

Pratama, A. (2021). Evaluasi program integratif dalam menurunkan segregasi sosial di sekolah olahraga. Jurnal Manajemen Pendidikan Olahraga, 9(2), 112–125.

Pratama, A. (2022). Keseimbangan perkembangan sosial atlet pelajar melalui program pendukung sekolah. Jurnal Analisis Sosial, 17(1), 34–47.

Putra, A., & Maidarman. (2020). Profil dan manajemen pembinaan cabang olahraga di SMA Negeri 4 Sumatera Barat. Jurnal Patriot, 2(3), 765–776.

Putri, R. A., dkk. (2019). Kegiatan ekstrakurikuler terstruktur dan dampaknya terhadap solidaritas sosial siswa. Jurnal Fokus Konseling, 5(1), 56–67.

Rahman, F., & Fitri, A. (2023). Kontribusi kegiatan kokurikuler terhadap penguatan interaksi sosial asosiatif siswa menengah. Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran, 8(2), 101–113.

Sari, M., et al. (2021). Dominasi interaksi sosial asosiatif dalam aktivitas kokurikuler berbasis kelompok. Jurnal Sosiologi Reflektif, 15(2), 302–320.

Schaefer, R. T. (2017). Sociology: A brief introduction (12th ed.). McGraw-Hill Education.

oekanto, S. (2012). Sosiologi: Suatu pengantar. PT RajaGrafindo Persada.

Soekanto, S. (2017). Sosiologi: Suatu pengantar (Ed. baru). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Sugiyono, S. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukitman, T. (2016). Internalisasi nilai-nilai karakter dalam pembentukan kemampuan interaksi sosial siswa. Jurnal Pedagogia, 13(1), 12–25.

Taufik, T., & Syahniar, S. (2018). Manajemen sekolah keberbakatan olahraga: Penyelarasan kemampuan motorik dan kompetensi sosial peserta didik. Jurnal Pendidikan Kepengawasan, 4(2), 140–151.

Wulandari, S., & Daulay, R. (2021). Eksklusivitas sosial kelompok atlet berdasarkan kesamaan cabang olahraga di lingkungan sekolah. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 3(1), 19–31.

Yuliana, E., & Saputri, W. (2024). Perluasan jaringan sosial atlet remaja melalui partisipasi kegiatan non-olahraga di sekolah. Jurnal Psikologi Sosial dan Perkembangan, 11(3), 215–228.

Downloads

Published

2026-09-22

How to Cite

Arsiti, S., & Junaidi, J. (2026). Interaksi Sosial Peserta Didik Atlet Pada Program Kokurikuler. Naradidik: Journal of Education and Pedagogy, 5(3), 476–485. https://doi.org/10.24036/nara.v5i3.511

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 > >> 

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.